Entry: perempuan di titik nol Sep 4, 2005



LINDA MARTINA

 

PEREMPUAN DI TITIK NOL: KEBAIKAN SEORANG PELACUR

"Seorang pelacur yang sukses lebih baik dari seorang suci yang sesat." Penggalan kalimat dari novel Nawal el – Saadawi Perempuan di Titik Nol ini sedikit banyak telah memberikan petunjuk dari isi novel itu sendiri yang merupakan sebuah kritik sosial bagi masyarakat Mesir pada saat itu. Masyarakat yang sangat mengagung-agungkan patriarki dan mengkungkung segala hak-hak dan kebebasan seorang wanita. Keadaan sosial inilah yang pada akhirnya membuka mata seorang wanita pekerja seks, Firdaus, akan kehidupannya. Timbul kesadaran bahwa dia lahir bukan sebagai seorang pelacur, tetapi dibentuk untuk menjadi seorang pelacur. Ia percaya "bahwa lelaki memaksa perempuan menjual tubuh mereka dengan harga tertentu, dan bahwa tubuh yang paling murah dibayar adalah tubuh sang istri. Semua perempuan adalah pelacur dalam satu atau lain bentuk." (hlm.133). Kesadaran Firdaus untuk keluar dari lingkaran setan kekuatan patriarki ini terbentur oleh sistem patriarki yang berakar kuat di masyarakat. Kehidupan seorang pelacur dalam novel ini telah memberikan contoh kongkret akan kejamnya akibat dari suatu sistem patriarki di masyarakat atas kehidupan perempuan pada umumnya.

Novel ini menghadirkan kisah seorang perempuan terpidana mati yang mengalami berbagai ketidakadilan mulai dari masa kecil bersama ayah dan ibunya, masa remaja bersama pamannya, masa pernikahan, kemudian menjadi pelacur, beralih menjadi karyawati, sebelum akhirnya kembali lagi menjadi seorang pelacur. Dari sinilah kemudian tokoh Firdaus dapat membuat kesimpulan akan nasib dan permasalahan yang dialami oleh para perempuan dalam masyarakat patriarki, karena ia telah menjalani berbagai peran yang mungkin dijalani oleh perempuan: sebagai anak, istri, karyawati, dan pelacur.

Menurut saya, salah satu masalah pelik dan kompleks yang dihadapi perempuan akibat dari patriarki dalam novel ini adalah alienasi perempuan atas tubuh dan seksualitasnya. Hal ini tergambar sangat jelas dalam novel Nawal saat dia menceritakan nasib yang dialami oleh Firdaus. Dengan melihat jalan hidupnya, tidak hanya nasib seorang pekerja seks yang kemudian bisa diungkap, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi juga nasib perempuan-perempuan lain seperti para karyawati perusahaan dan para istri.

Alienasi tubuh dan seksualitas yang dihadapi seorang pekerja seks tentu saja mendapat perhatian utama dalam novel ini dengan diangkatnya tokoh Firdaus sebagai karakter utama. Pada saat Firdaus menjual tubuhnya kepada laki-laki, maka pada saat itu pula ia kehilangan kontrol atas tubuhnya karena pada saat itu ia harus tunduk pada keinginan laki-laki untuk berbuat sesuka hati mereka atas tubuhnya. Uang yang didapatkannya dari pekerjaannya untuk memuaskan nafsu laki-laki itupun kemudian harus digunakannya kembali untuk mempercantik dirinya, yang dilakukannya lebih untuk mendapatkan perhatian lelaki dibandingkan untuk memuaskan dirinya sendiri. Selain itu seorang pekerja seks juga tidak memiliki kontrol reproduksi karena tuntutan pekerjaannya. Ia tidak bisa memiliki keinginan untuk memiliki anak dan harus selalu menggugurkan kandungannya.

Jika dibandingkan dengan alienasi yang dialami oleh karyawati perusahaan, Firdaus melihatnya hampir sama dengan para pekerja seks. Karyawati perusahaan juga menjual tubuhnya dalam bentuk tenaga dan juga pikiran untuk menghasilkan suatu p

   1 comments

indah
January 14, 2006   12:08 PM PST
 
beberapa tahun lalu saya pernah membaca novel ini. dan terus terang sejak saat itu saya tertarik dengan masalah gender, terutama tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan. seperti dalam membaca novel ini, kadang saya tidak mengerti mengapa lelaki begitu dimusuhi. saat membaca jurnal perempuan, saya setuju dengan salah satu tulusan di sana. bahwa laki-laki adalah juga korban dari sistem yang telah mengakar. saya rasa novel nawal ini tidak adil memandang laki-laki. yang digambarkan di sana adalah lelaki jahat saja (seingat saya).
menurut saya, lebih baik mencari kehidupan yang lebih adil bagi laki-laki dan perempuan daripada memandang mereka sebagai musuh.
saat ini saya sedang mencari novel tentang gender yang ditulis oleh orang india atau yang berlatar india. tentang seorang wanita yang membunuh suaminya. beberapa tahun lalu saya membaca referensinya di media, namun saya lupa judulnya. saat itu saya tidak berpikir bahwa saya akan tertarik padanya sebgai bahan skripsi. dan saat ini saya benar2 butuh informasi tentang buku2 gender. saya merasa tak bisa lepas dari masalah ini.
saya mohon bantuan anda. saya pikir anda cukup mengerti tentang novel dan gender. sekali lagi mohon bantuan anda. anda bisa mengirim judul buku itu ke alamat email: beningvisi@yahoo.co.id, atau titip ke teman saya di email: diteruskan@yahoo.com
atas bantuan anda saya ucapkan terima kasih. dan saya harap bisa diskusi tentang gender dengan anda. terus terang, saya tak punya teman diskusi. terima kasih.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments