<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>KritikFeminis2005</title>
    <link>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/</link>
    <description>Kritik Feminis 2005</description>
    <lastBuildDate>Sun, 04 Sep 2005 01:45:03 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2005.</copyright>
    <category>Writing</category>
    <item>
      <title>american beauty</title>
      <link>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/archive/17.html</link>
      <pubDate>Sun, 04 Sep 2005 09:28:28 GMT</pubDate>
      <description>
LINDA MARTINA

ISTRI MASKULIN DALAM PANDANGAN SUAMI PECUNDANG

Seorang isri harus dapat menopang karir suaminya. Inilah hal yang sampai saat ini masih sering terdengar dan bahkan masih diadopsi sebagai suatu hal yang mutlak dalam suatu keluarga. Keluarga yang sempurna digambarkan dengan suami yang mencari nafkah bagi keluarga dan istri yang sibuk mengurus rumah dan menunggu suaminya pulang. Namun, film American Beauty yang diperankan oleh Kevin Spacey dan Annette Bening ini justru memperlihatkan keadaan yang sebaliknya. Hubungan antara suami istri mendapatkan tempat yang cukup besar... (more)</description>
      <comments>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/comments?id=17</comments>
    </item>
    <item>
      <title>midterm paper</title>
      <link>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/archive/16.html</link>
      <pubDate>Sun, 04 Sep 2005 09:25:01 GMT</pubDate>
      <description>

LINDA MARTINA

 
PEREMPUAN DI TITIK NOL: KEBAIKAN SEORANG PELACUR

&quot;Seorang pelacur yang sukses lebih baik dari seorang suci yang sesat.&quot; Penggalan kalimat dari novel Nawal el – Saadawi Perempuan di Titik Nol ini sedikit banyak telah memberikan petunjuk dari isi novel itu sendiri yang merupakan sebuah kritik sosial bagi masyarakat Mesir pada saat itu. Masyarakat yang sangat mengagung-agungkan patriarki dan mengkungkung segala hak-hak dan kebebasan seorang wanita. Keadaan sosial inilah yang pada akhirnya membuka mata seorang wanita pekerja seks, Firdaus, akan kehidupannya. Timbul... (more)</description>
      <comments>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/comments?id=16</comments>
    </item>
    <item>
      <title>perempuan di titik nol</title>
      <link>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/archive/15.html</link>
      <pubDate>Sun, 04 Sep 2005 09:24:48 GMT</pubDate>
      <description>

LINDA MARTINA

 
PEREMPUAN DI TITIK NOL: KEBAIKAN SEORANG PELACUR

&quot;Seorang pelacur yang sukses lebih baik dari seorang suci yang sesat.&quot; Penggalan kalimat dari novel Nawal el – Saadawi Perempuan di Titik Nol ini sedikit banyak telah memberikan petunjuk dari isi novel itu sendiri yang merupakan sebuah kritik sosial bagi masyarakat Mesir pada saat itu. Masyarakat yang sangat mengagung-agungkan patriarki dan mengkungkung segala hak-hak dan kebebasan seorang wanita. Keadaan sosial inilah yang pada akhirnya membuka mata seorang wanita pekerja seks, Firdaus, akan kehidupannya. Timbul... (more)</description>
      <comments>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/comments?id=15</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Veronika Decides to Die: When a Sexual Release Means Being Alive</title>
      <link>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/archive/14.html</link>
      <pubDate>Wed, 31 Aug 2005 08:14:02 GMT</pubDate>
      <description>Midterm Paper
  
 
Paulo Coelho’s Veronika Decides to Die:
When a Sexual Release Means Being Alive






By: Teraya Paramehta  

 
Paulo Coelho, a Brazilian writer, is best known for mystical fables told in simple yet symbolic language. He has received wide popular acclaim both in Brazil and internationally for his work about spiritual quests of self-discovery. A recurring concept in Coelho’s books is the personal legend, in which his characters follow their dreams and pursue paths of self-discovery. Though they meet hardships along the way, only by staying true to their dreams... (more)</description>
      <comments>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/comments?id=14</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Perempuan dan Hantu</title>
      <link>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/archive/13.html</link>
      <pubDate>Tue, 30 Aug 2005 07:29:11 GMT</pubDate>
      <description>  
Perempuan dan Hantu Pemintal Kegelapan:
Janus dalam Realita
Sebuah Analisa atas Cerpen “Pemintal Kegelapan” karya Intan Paramaditha
 Nosa Normanda/ Final Term Paper
Apa yang pertama kali muncul dalam pikiran anda ketika mendengar kata-kata alat pemintal, setan perempuan, pemburu yang gagah, cermin, dan kegelapan? Korelasi yang paling mungkin adalah: dongeng. Di dalam dongeng dapat kita temukan alat pemintal dalam kisah Putri tidur, setan perempuan yang selalu muncul dalam bentuk perempuan antagonis dan iblis pada dongeng-dongeng istanasentris dan legenda-legenda urban, pemburu yang... (more)</description>
      <comments>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/comments?id=13</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Ngok &amp; Ciuman di Arnhem</title>
      <link>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/archive/12.html</link>
      <pubDate>Tue, 30 Aug 2005 07:22:01 GMT</pubDate>
      <description> 
NGOK AND CIUMAN DI ARNHEM
IN THE FEMINIST’S PERSPECTIVE
Marcel Glen Longdong 

            Feminism has given me lots of new ways to look at many aspects in life: the life itself, law, politics, social condition, sexuality, and literature. In the upcoming five pages, I will try to discuss the last two things, sexuality and literature. I will try to discuss a short story, entitled Ngok, written by Putu Wijaya, taken from Kumpulan Cerita Gallery of Kisses. First, I will briefly re-tell the story for you. Next, I will discuss the sexuality from feminist’s point of view that I find in the... (more)</description>
      <comments>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/comments?id=12</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Menyusu Seksualitas Perempuan</title>
      <link>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/archive/11.html</link>
      <pubDate>Tue, 30 Aug 2005 07:19:28 GMT</pubDate>
      <description> 
Menyusu Seksualitas Perempuan
(sebuah pembacaan feminis cerpen “Menyusu Ayah” karya Djenar Maesa Ayu)
                          Marissa Saraswati/Midterm Test 
            Sebuah diskusi. Toko buku terkemuka di Jakarta Selatan. Pembicara adalah penulis wanita, muda, tampil menonjol dengan tank-top bermotif macan tutul lengkap dengan atributnya  -sebatang rokok di tangan- yang asapnya mengepul sepanjang diskusi berlangsung. Sebuah pertanyaan diajukan kepada penulis dengan nada menilai, untuk kemudian menyudutkan. Pertanyaan tentang mengapa tema tulisannya selalu seputar seks. Penulis... (more)</description>
      <comments>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/comments?id=11</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Mari Menjilati Darah!</title>
      <link>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/archive/10.html</link>
      <pubDate>Tue, 30 Aug 2005 07:09:33 GMT</pubDate>
      <description> 
MARI MENJILATI DARAH!
NOSA NORMANDA
“Darah adalah hidup.” Ia adalah cairan yang mengalir membawa oksigen, membuat manusia hidup dan dapat bernafas. Darah adalah cairan utama yang mengisi seluruh pembuluh nadi manusia; ia mengalir di dalam setiap pembuluh yang memungkinkan manusia melakukan semua tindakan, gerakan, pikiran. Tapi di sisi lain darah dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Darah keluar ketika manusia luka, darah menutup luka yang menganga seperti pipa bocor yang memuncratkan air yang mengalirinya. Darah mengingatkan manusia akan mati; akan akhir. Banyak darah-darah yang... (more)</description>
      <comments>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/comments?id=10</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pemberontakan Para Malaikat</title>
      <link>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/archive/9.html</link>
      <pubDate>Tue, 30 Aug 2005 06:41:12 GMT</pubDate>
      <description> 
PEMBERONTAKAN PARA MALAIKAT
 
Maria Berlian
 
Hari itu adalah satu hari setelah wafatnya Ratu Victoria. Untuk menghormati sang almarhum Ratu, seluruh rakyat Kerajaan Inggris diwajibkan untuk mengunjungi kuburan keluarga mereka masing-masing. Di sebuah tempat pemakaman di atas bukit, dua keluarga bertemu untuk pertama kalinya (meskipun letak dua kuburan keluarga mereka bersebelahan). Mereka adalah keluarga Coleman, yang modern dan menyambut dengan bahagia pemerintahan Raja Edward, dan keluarga Waterhouse, yang lebih konservatif dan menjunjung tinggi Victorian Values lebih dari apapun.... (more)</description>
      <comments>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/comments?id=9</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Sisterhood Perempuan India</title>
      <link>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/archive/8.html</link>
      <pubDate>Tue, 30 Aug 2005 06:38:59 GMT</pubDate>
      <description> 
SISTERHOOD PEREMPUAN INDIA DI TENGAH
KOMUNITAS PATRIARKI
Utami Diah
“Siapakah aku ini dan untuk apakah aku hidup di dunia ini?”. Pertanyaan tersebut seharusnya muncul dalam setiap diri perempuan. Perempuan seharusnya bisa membentuk identitas dirinya sendiri, karena identitas itu sifatnya tidak mutlak tercipta begitu saja melainkan bentukan. Apabila identitas yang dimiliki oleh seorang perempuan terbentuk oleh lingkungan atau manusia lain selain dirinya, maka perempuan itu bisa dikatakan telah kehilangan identitas dirinya sendiri sebagai manusia. Sistem, kepercayaan dan norma yang ada di... (more)</description>
      <comments>http://kritikfeminis2005.blogdrive.com/comments?id=8</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
